Renungan Kamis tgl 17 Sept 2020
Selamat pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus Kristus, Marilah berdoa
2 Korintus 4:7
Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
Sebagai manusia penuh kelemahan, tapi jika kita mengijinkan Tuhan berkarya maka Ia sanggup mengubah kelemahan menjadi kekuatan. Keberadaan kita tidak lebih dari bejana tanah liat yang mudah sekali retak, cacat dan pecah, tapi bila kita benar-benar mempercayakan hidup ini kepada Tuhan Sang Penjunan, Dia akan membentukNya sesuai dengan kehendak dari rencana-Nya. Paulus mengkomparasikan kita dengan bejana tanah liat, bukan sebagai stainless steel yang unbreakable, kalau kebentur, retak, somplak; yang kalau jatuh, pecah. Tuhan mau kita melihat content dari bejana tanah liat itu, ada harta yang begitu bernilai dan begitu kilau yang akan terpancar dari bejana tanah liat itu. Injil Allah yang mulia, itu harta kita. Dan harta itu tersimpan, disimpan di dalam bejana tanah liat yang bisa retak. Bukan saja demikian, Paulus mengatakan harta yang indah dan bernilai kekal itu memiliki kuasa yang berlimpah.
Manusia yang jatuh di dalam dosa, hatinya dipenuhi oleh kegelapan hingga tidak sanggup melihat Allah yang begitu mulia, karena dibutakan oleh illah jaman. Dengan cahaya surgawi itu kita dapat memandang kepada Tuhan, melihat Dia begitu agung dan mulia, sehingga hati kita terpesona, tertarik untuk terus memandang kepada Dia. Paulus memberikan satu pengertian yang begitu indah tentang diri kita sebagai bejana tanah liat. Bejana tanah liat itu harus retak, mengapa? Ketika bejana itu retak, maka kilau cahaya itu keluar dari retakan, cahaya yang begitu terang bercahaya dan orang-orang bisa melihat kilauan harta yang tak ternilai yang tersimpan di dalam bejana tanah liat, agar Injil Yesus Kristus yang mulia, yang bernilai kekal itu boleh disaksikan oleh banyak orang, disaksikan oleh seluruh dunia.
Paulus mengatakan bahwa ia memiliki suatu
“harta rohani” yang luar biasa, yaitu keselamatan yang dianugerahkan Tuhan
melalui Yesus Kristus, Walaupun harta rohani tersebut tidak ternilai
dengan apapun juga, namun harta rohani tersebut tidak ditempatkan pada wadah
yang bagus dan mahal, melainkan hanya ditempatkan pada bejana tanah liat saja. Maksudnya
adalah bahwa keselamatan yang berharga itu tidak dipercayakan kepada
orang-orang yang hebat tetapi dipercayakan
kepada orang biasa yang justru memiliki masa lalu yang kelam. Bagaimana dengan kita? Mungkin ada dari kita yang
masih menjadi orang Kristen yang biasa-biasa saja? Tuhan telah meletakkan
“harta rohani” di dalam tiap-tiap orang percaya, yaitu dengan mengaruniakan berbagai
talenta dan karunia, yang dapat digunakan untuk melayani Tuhan. Kita
melayani bukan untuk dipuji orang lain , tetapi kita melayani untuk memuliakan
Allah dan supaya orang lain pun dapat memuliakan Allah. Ku mau sepertimu Yesus,
disempurnakan slalu, dalam segnap jalanku, memuliakan namaMu. Muliakanlah Tuhan
dari tindakan dan melalui persembahan kita.
Shaloom... Selamat pagi pak Pdt Maslon Ginting, terimakasih renungannya.. TYM... Amin
BalasHapus