Renungan Rabu 02 Sept 2020

 Selamat pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus, kiranya terus memelihara kita hari ini.

Mari berdoa

Yesaya 45:22-23

Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain. Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala Bahasa.  

  Allah Israel mengatakannya kepada umat-Nya, meskipun mereka tersebar sampai ke ujung bumi dan tampak hilang dan terlupakan, namun Tuhan tidak pernah berpaling kepada kita, sebab Dia adalah Tuhan yang hidup dan berkuasa. Ini akan menjadi kabar baik bagi semua umat Tuhan, bahwa, betapapun nama mereka direndahkan, namun ketika Allah ditinggikan maka kita akan beroleh keselamatan.   Mungkin  kita merasa kagum dengan kemajuan yang dicapai oleh manusia dewasa ini. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat kehidupan di seluruh dunia sejahtera, dan bersukacita. Tetapi, yang terjadi adalah justru sebaliknya, sebab hanya sedikit orang yang hidup dalam kekayaan dan kemegahan, namun banyak orang hidup dalam kemiskinan dan kemelaratan.  Kemajuan yang dicapai, tidak lagi dipergunakan sebagai alat untuk saling menolong, tetapi sudah menjadi tujuan dan nilai yang dikejar dan disembah dan inilah yang disebut dengan penyembahan berhala.

Apa yang kita alami sekarang ini bukanlah persoalan yang baru. Keadaan seperti ini telah terjadi di sepanjang sejarah manusia berdosa, masyarakat dan bangsa-bangsa. Hal seperti itulah yang terjadi ketika umat Israel diperbudak di Mesir dalam penyembahan berhala. Firaun memperbudak orang Israel demi memperoleh kekuasaan, dan kemegahan dirinya. Orang Israel dipaksa dan diperbudak untuk hidup mengabdikan segenap waktu dan tenaga hanya untuk memperoleh roti dan daging. Baik Firaun, bangsa Mesir maupun bangsa Israel semua telah terbelenggu penyembahan berhala.  Hidup tidak ada damai dan sukacita. Dari penyembahan berhala itulah mereka dipanggil untuk hidup menyembah Tuhan dan untuk dapat mengalami keadilan-Nya.     

Berpalinglah kepada Dia dan engkau akan diselamatkan. Kita seperti Naaman,  panglima bala tentara  Asyur yang menderita penyakit lepra. Ketika Elisa, menyuruhnya turun ke sungai Yordan dan  mencelupkan sebanyak tujuh kali maka ia akan sembuh. Itu saja, tetapi Namaan   menjadi gusar dan merasa terhina. Dan ketika Israel berdosa mereka digigit oleh ular-ular yang berbisa, dan mematikan  Tuhan berfirman: “Berpalinglah, dan lihatlah, “Ada ular tembaga yang ditinggikan oleh Musa di tengah-tengah mereka. Siapa yang memandangnya ia akan sembuh dan selamat. Di dalam pengharapan kita akan dipulihkan, dan diselamatkan, maka jalan yang diberikan hanyalah percaya dan berpaling dan berpalinglah, kepada Tuhan.  Dalam menjalani kehidupan ini mungkin saja banyak suara-suara yang membuat kita bingung, ragu dan khawatir untuk melangkah, tetapi Allah terus memanggil kita agar tetap percaya dan percaya agar terus berjalan hanya di dalam jalan kebenaranNya.  

Mari Berdoa: 
Selamat jadi berkat bagi dunia. TYM



Komentar

Postingan populer dari blog ini