Renungan Sabtu Tgl 05 Sept 2020
Selamat
pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus, kiranya terus memelihara kita hari
ini.
Mari berdoa
Yosua 24: 15c
Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ……..Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan.
Yosua memberikan nasihat dan peringatan kepada orang Israel Ketika nanti telah berhasil memasuki tanah Kanaan agar jangan pernah melupakan Tuhan. Sebab dalam prakteknya, Israel mudah sekali terjatuh untuk menyembah kepada berhala saat mereka masih tinggal di Mesir. Dalam persimpangan iman itulah Yosua mengingatkan mereka agar tetap setia dan beribadah kepada Tuhan saja. Yosua memberi teladan dan memutuskan bahwa ia dan seisi rumahnya telah membuat keputusan untuk tetap setia beribadah kepadaTuhan Allah Israel. Itu berarti istri, anak-anaknya, bahkan semua kaumkeluarganya beribadah hanya kepada Tuhan Hal ini menunjukkan bahwa ibadah adalah hal yang penting. Seorang yang berkomitmen beribadah tidak bergantung dari situasi dan kondisinya, tetapi kepada iman dan ketangguhan pengharapannya walau apapun yang terjadi.
Dalam sebuah keluarga jangan ada berhala yang menghalagi kebahagiaan oleh karena iman kepada Tuhan. Di jaman ini ada banyak hal menjadi berhala yang membuat keluarga jadi hancur, hubungan peribadi dengan Tuhan. Saat ini banyak orang yang sibuk dengan HP, bahkan saat berkumpul bersama keluarga pun, ditempat-tepat persekutuan masing-masing sibuk dengan handphonenya. Komitmen dalam keluarga sangat diperlukan. Yesus adalah salah satu Pribadi yang memegang komitmen untuk menebus dosa kita. Pelayanan tanpa komitmen juga tidak akan bertahan. Orang yang tanpa komitmen akan melarikan diri, tetapi orang yang memiliki komitmen,ia akan tetap dan kokoh apapun yang terjadi. Keluarga yang benar adalah keluarga yang menghadapi segala sesuatu dengan pengharapan dan iman secara bersama-sama.
Tidak mudah bagi Yosua menentukan pilihan kepada siapa dia dan seisi rumahnya beribadah. Resiko dibenci oleh bangsa Israel sangat besar. Tetapi dia mantap menentukan pilihannya, yaitu beribadah kepada Tuhan! Kita pun selalu diperhadapkan pada pilihan-pilihan yang menentukan dan menjamin masa depan kita. Bahkan dalam keseharian, diawali bangun tidur di pagi hari, kita sudah diperhadapkan dengan banyak pilihan; apakah langsung melihat WA, FB atau media sosial lainnya, atau berdoa mengucap syukur. Yosua menegaskan bahwa dia bukan hanya pemimpin yang besar bagi seluruh bangsa, tapi sebagai kepala keluarga pun ia sudah berperan dengan baik. Di samping kesibukannya yang luar biasa dalam memimpin bangsa, ia menaruh perhatian dan terlibat dalam perkembangan rohani keluarganya sehingga seluruh anggota keluarganya mengenal dan beribadah dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan. Demikian jugalah hendaknya setiap keluarga-keluarga kita, agar tetap hidup setia di dalam Tuhan. Bila Tuhan menjadi kepala rumah ini, maka berkat kehidupan, tercurah selalu, datanglah kerajaan-MU, Jadilah kehendak-MU, Ku alami setiap waktu, Keluargaku adalah surgaku.
Shaloom, terimakasih pak Pdt Maslon Ginting, Tuhan Yesus memberkati, Amin
BalasHapusTq Pdt..atas renunganNya yg sudah ditaburkan..pada pagi ini haleluya..Amin.
BalasHapus