Renungan Sabtu tgl 26 Sept 2020
Selamat pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus Kristus, Marilah berdoa.
Masmur 67: 2-3
Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah- Nya, supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
Pemazmur bersyukur karena dia merasakan kehadiran Allah yang terbesar dalam mengasihi dan memberkati hidupnya. Berkat, bukan saja menunjuk kepada materi, tetapi tindakan dan kasih Allah yang hadir dalam hidup percaya. Pemazmur bersyukur oleh karena dia merasakan Allah hadir dan memelihara umat-Nya serta melalui tanahnya mereka telah menerima hasil dari Tuhan yang adalah sumber berkat. Tuhan setia dan terus memelihara dengan mencukupkan kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan sampai berkelimpahan. Tuhan menerangi jalan hidup orang percaya, ketika “Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu…”. Saat seseorang menghadapkan wajahnya pada kita, itu berarti dia menaruh perhatian atau berkenan pada kita. Tuhan menyinari kita dengan wajah-Nya, berarti Dia berkenan sebab perhatian-Nya tertuju pada kita. Itulah cara pandang terhadap Allah sehingga timbul kesadaran terus menerus untuk menampilkan hidup yang jujur dan benar setiap keadaan dihadapan Tuhan.
Sesungguhnya Pemazmur memiliki harapan
yang lebih besar dari kasih Tuhan yaitu menginginkan seluruh umat manusia mengenal jalan Tuhan,
sehingga setiap orang mau mengikut bangsa Israel untuk sujud kepada Allah.
Pemazmur ternyata berbeda dari kebanyakan orang yang hanya memusatkan berkat
untuk diri saja, namun pandangannya
begitu jauh, melewati Bait Allah dan
melampaui batas-batas temboknya. Maka
berkat yang diterima bangsa pilihan Allah, seharusnya menjadi kesaksian agar
dunia mengenal Allah, sebab bangsa-bangsa lain pun perlu mengenal Allah. Mereka
juga membutuhkan kasih karunia-Nya, dan itulah sebabnya, pemazmur berkata bahwa Allah adalah sumber berkat dalam hidup ini.
Kita tidak bisa mengandalkan kekuatan-kekuatan dunia ini untuk memberi berkat sebab
sumber berkat itu bukan ada di tugu-tugu berhala, bukan di tempat angker, atau
pada jabatan, atau harta tetapi hanya pada Allah saja.
Keselamatan yang dimaksud di sini bukan hanya persoalan bebas dari peperangan, namun juga bebas dari berbagai bencana kelaparan, kekeringan dan bebas dari gagal panen. Oleh karena itu, menjadi salah kalau kita sudah tahu bahwa Allah itu sumber berkat, sumber pertolongan, dan sumber kasih, tetapi kita mengabaikan Dia Kita harus membagi berkat rohani – keselamatan di dalam Yesus Kristus kepada orang lain, dan inilah yang Allah kehendaki kepada umat-Nya. Kita tidak boleh hanya memikirkan keuntungan bagi kita saja, sebab kita dipanggil, diselamatkan dan diberkati, supaya dapat menjadi berkat bagi sesama sesuai dengan kemampuan yang Allah berikan di dalam hidup kita Dengan demikian, semakin banyak yang sujud menyembah Tuhan Yesus Kristus yang telah menebus kita dari belenggu dan penjajahan dosa. Mari siapkan persembahan yang terbaik bagi Tuhan, karena Tuhanpun selalu memberi yang terbaik. Berkat Tuhan mari hitunglah, kau kan kagum oleh kasihNya.
Syaloom... trmks pak Pdt Maslon Ginting, Tuhan Yesus memberkati... Amin
BalasHapus