Renungan Selasa 29 Sept 2020
Selamat pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus
Kristus, Marilah berdoa.
2 Korintus 2:9a.
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
Berlian adalah batu perhiasan yang indah dan bernilai tinggi, tetapi awalnya berlian hanyalah karbon biashitam, klemah fisikotor, dan mudah terbakar. Setelah mengalami tempaan panas tinggi dan tekanan hebat selama bertahun-tahun, karbon ini menjadi murni dan kuat. Proses ini menjadi perumpamaan yang tepat untuk kekuatan rohani; Allah memakai kekuatan dari luar yang sangat hebat untuk menghapus kecemaran kita dan menyempurnakan kekuatan-Nya di dalam diri kita. Setelah Paulus aktif melayani, ia pun merasa terganggu atas kelemahannya dan meminta kekuatan kepada Tuhan. Walaupun Ia penuh dengan kuasa Tuhan tapi ada duri di dalam dagingnya. Artinya sekalipun Paulus memang orang yang hebat tapi kelemahan dirinya membuatnya tetap sadar bahwa Tuhan adalah Allah yang jauh lebih hebat dari dirinya. Tuhan telah berjanji, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.
Di tengah segala karunia yang luar biasa, ternyata Paulus diijinkan Tuhan hidup dalam kelemahan. Ada penyakit yang bersarang di dalam dagingnya, yang tidak disembuhkan sekalipun berulang kali ia berdoa. Bayangkan seorang yang dipakai Tuhan menyembuhkan orang-orang yang sakit tetapi dirinya sakit dan Tuhan tidak menyembuhkan. Paulus menyebut penyakit ini sebagai duri dalam daging supaya ia tidak memegahkan diri. Ia dipakai Tuhan dalam memberitakan Injil, menulis kitab-kitab dan membuka gereja-gereja baru. Bahkan Tuhan mempercayakan kepadanya karunia-karunia rohani dan mengadakan mujizat, terlebih ketika berjumpa orang yang sakit, Paulus dipakai Tuhan untuk menyembuhkannya. Kasih karunia Tuhan memampukan kita untuk bersyukur, menjadi berkat sekalipun dalam pergumulan, dapat memberikan pengharapan dan sukacita di tengah-tengah penderitaan.
Hidup ini terus saja ada keberhasilan tapi
juga ada kegagalan, ada kekuatan tapi ada juga kelemahan. Betapa seringnya kita
terfokus memandang keterbatasan dan kekurangan itu. Kita mengeluh atas
kelemahan, atas apa yang tidak kita punya dan mengabaikan kelebihan kita, melupakan
apa yang kita punya. Kita merasa percuma
dalam berjuang sehingga kita mudah menyerah padahal,
kelemahan kita, ketidak-sanggupan kita, keterbatasan, bahkan dalam kekurangan sekalipun
bisa dipergunakan Tuhan untuk menyatakan kuasaNya. Tuhan mampu memenuhi kita
dengan kekuatan yang berasal daripadaNya sehingga dengan segala keterbasan, apa
yang masih kita punyai tetap bisa dipakai untuk hal-hal yang baik dan luar
biasa. Berhentilah berfokus terhadap kelemahan, tetapi maksimalkan terus kekuatan
yang ada pada kita. Tuhan mampu memberkati kita secara luar lewat keadaan yang kita
alami pada hari ini, dan Dia sanggup memakai itu untuk menyatakan kuasa-Nya
atas hidup kita. Walaupun saat ini kita masih bergumul dengan penyakit,
berperang dengan keadaan yang keras, jangan mudah menyerah, sebab Tuhan sedang
bekerja menyempurnakan kita.
Syaloom, terimakasih renungannya pak Pdt Maslon Ginting
BalasHapus