Renungan Selasa tgl 15 Sept 2020.

 

Selamat pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus Kristus, Marilah berdoa.

Keluaran 16:12

Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, Allahmu.

 Setelah komplain tentang air sekarang komplain tentang makanan. Bangsa Israel sewaktu hidup di Mesir memang mereka mendapatkan banyak air dan makanan, air yang berasal dari sungai Nil dan makanan yang disediakan Firaun, namun mereka telah lupa apa yang diberikan Firaun kepadanya adalah racun untuk mengikat mereka menjadi budak. Di beri makanan yang banyak dengan tujuan supaya memiliki kekuatan tubuh untuk melampiaskan nafsu Firaun. Itulah isi hati manusia yang berdosa dan memberikan banyak kebodohan, tadinya mereka di Mesir begitu sengsara dan terus mengeluh kepada Allah karena perbudakan dan sekarang setelah nasib mereka di perhatikan, bukannya berterima kasih kepada Allah malahan membalik menggunakan nama Mesir untuk mengkhianati Tuhan.

Pernah ke restoran? Di sana kita dilayani cukup dengan memanggil mereka, lalu  tinggal menunggu pesanan. Kalau makanan lama muncul, kita menggerutu, tapi kalau cepat, kita cukup berkata “terima kasih”. Kita tidak merasa perlu kenal lebih jauh dengan si pelayan, yang penting mereka melaksanakan tugasnya dengan baik.   Sikap bangsa Israel tersebut persis seperti memperlakukan seorang pelayan, bukan? Tuhan kemudian memang mengirim makanan, bahkan dengan cara yang luar biasa. Manna di pagi hari dan burung puyuh di petang hari. Bukan karena Tuhan bisa seenaknya disuruh, melainkan karena Dia menginginkan agar umat-Nya tahu dan kenal dengan sungguh-sungguh bahwa Dialah Tuhan, Allah yang berkuasa memelihara mereka. Terkadang kita berdoa hanya di kala butuh, lalu harap-harap cemas menunggu jawaban-Nya. Bersungut-sungut apabila jawaban-Nya terlambat atau tidak seperti yang kita minta. Bersyukur sebentar jika doa terkabul, kemudian melupakan-Nya di tengah kesibukan.  Bertobatlah.

  Tuhan tidak menciptakan manusia untuk menjadi mesin pencetak uang, tapi ada waktunya  bekerja juga ada waktunya mengabdikan dirinya kepada Tuhan.  Luk 12:15.  Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu . Tanpa roti manusia tidak akan hidup, itulah sebabnya Tuhan memberikan apa yang di perlukan manusia. Namun manusia tetap perlu untuk mengusahakan seperti tanah, hujan diberikan namun petani tetap berjerih payah untuk menanam. Selama 6 hari di berikan Tuhan supaya manusia bekerja keras untuk kehidupannya dan satu hari peristirahatan di berikan dengan tujuan supaya manusia beribadah kepada Allah. Bukankah sangat baik Allah memberikan hari perhentian? Tuhan melatih iman kita agar selalu bergantung kepada- Nya dengan memenuhi kebutuhan hari lepas hari dan juga agar iman kita bertumbuh semakin dewasa dan berbuah. Tuhan kita luar biasa maka jadikanlah hidupmu menjadi luar biasa juga. 

Mari Berdoa: 
Berkaryalah dalam segala kebaikan.TYM.


Komentar

  1. Shalòm.... Terpujilah Allah Bapa yang Maha Kudus..., Amin
    Trmks pak Pdt Maslon Ginting

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini