Renungan Senen Tgl 28 Sept 2020
Selamat pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus Kristus, Marilah berdoa.
1 Yohanes 2:15-17
Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Dunia sangat dekat dengan kita, dan dunia ini berbicara tentang manusia. Jika demikian, apakah berarti orang Kristen harus membenci dunia dan lingkungannya? Memang benar bahwa orang Kristen hidup dalam dunia, tetapi pada saat yang bersamaan, tidak boleh menjadi milik dunia, sebab memiliki orientasi. Untuk mempertahankan orientasi ini maka kita harus menang atas dunia dengan gaya hidup dan cara pikir seperti yang dikehendaki Tuhan. Mengasihi dunia bermakna mengabdi kepada harta, filosofi, dan prioritas dunia. Allah telah berkata pada umatNya untuk berprioritas kepada nilai-nilaiNya yang kekal. Kita seharusnya "mencari dahulu" kerajaan Allah dan kebenaranNya (Matius 6:33). Tidak ada seorangpun yang dapat melayani dua tuan (Mat 6:24), dan kita tidak bisa mengabdi kepada Allah dan dunia secara bersamaan. Jika kita mengasihi sesuatu lebih daripada mengasihi Dia, maka kita tidak pantas menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruslamat (Mat 10:38).
Rasul Yohanes mengingatkan bahaya yang bisa terjadi pada orang-orang percaya,karena tinggal di dalam dunia, hati kita bisa begitu melekat pada berbagai hal di dalamnya. Yohanes sedang berbicara tentang kondisi hati saat umat Tuhan menanggapi apa yang ada di sekitarnya. Kondisi hati yang menganggap bahwa apa yang ditawarkan dunia jauh lebih baik daripada apa yang ditawarkan Tuhan, itulah yang keliru! Dunia yang hanya sekelumit dari ciptaan Tuhan, tidak akan bertahan. Apa yang disediakan Sang Pencipta bagi masa depan anak-anak-Nya jelas jauh lebih baik dan terjamin, dan ingat, dunia bukanlah rumah kita. Tidak ada salahnya menikmati hal-hal baik yang Tuhan sediakan entah itu musik, film, teknologi, pakaian, jabatan, atau yang lain, waspadalah! Ketika kita sedang mengasihi dunia lebih dari Tuhan, maka jelas kita akan kehilangan hal-hal terbaik dari-Nya.
Ketika hati dipenuhi kasih kepada Allah
maka kita akan menjadi pelaku Firman Tuhan yang taat sehingga kemuliaan Tuhan
memenuhi hidup. Perubahan demi perubahan ke arah yang jauh lebih baik dan akan semakin terpancar kasih dan kuasa Allah,
maka ketika kita memberitakan kabar baik yakinlah semakin banyak orang menjadi percaya. Ketika kita memiliki hati yang
selalu mau belajar dan bertumbuh, maka
terjadilah ransformasi yang membentuk hidup menjadi pribadi yang berkualitas. Karena
itu janganlah biarkan dunia membentuk pribadi kita, tetapi biarkan Tuhan yang
membentuknya menjadi orang Kristen yang dewasa, bukan
hanya semakin kuat dan setia, melainkan juga dapat membantu orang lain memperkenalkan
Tuhan dan bertumbuh di dalam-Nya. Keadaan sekarang yang sedang dihadapi bisa saja
menjadi bencana tetapi dapat juga menjadi berkat, tentunya tergantung kepada
kedewasaan iman kita. Jadilah, Tuhan
kehendakMu! ‘Kaulah Penjunan, ‘ku tanahnya, bentuklah aku sesukaMu,‘kan ‘ku
nantikan dan berserah.
Syaloom terimakasih pak Pdt Maslon Ginting
BalasHapus