Renungan tgl 19 Agustus 2023
Selamat pagi, kiranya berkat Allah terus menyertai kita, dan marilah berdoa: ………………
Matius 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah
pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat
ketenangan.
Tuhan Yesus memberikan Hukum Baru yang harus tetap dipikul, dan menjadikan umatnya setia dan terus taat kepada kendali Sang Tuannya. "Pikullah kuk-Ku", artinya Tuhan Yesus juga turut memikul "kuk" bersama-sama dengan kita. "kuk" adalah kayu yang bentuk V pada sebuah kereta yang diletakkan pada tengkuk pada saat 2 ekor kuda/ sapi menariknya, sebagai gambaran bahwa satu kuda adalah diri kita dan satu lagi kuda yang di sebelahnya adalah Yesus. Sang Kusir tidak hanya memberikan sebuah perintah, tetapi Ia juga memberikan bimbingan sebab Sang Kusir itu juga sebagai "kuda" yang ada di sebelah kita, inilah maksud dari perkataan"Pikullah kuk-Ku", Mengapakah Yesus meminta kita untuk belajar kepadaNya? Karena Yesus adalah orang yang lemah lembut dan penuh rendah hati .
Para pakar pendidikan sepakat bahwa gaya belajar yang paling efektif bukanlah mendengar atau melihat saja, melainkan mau melibatkan diri, artinya tidak hanya mengetahui teori, tetapi bagaimana teori itu menjadi kennyataan. Prinsip itu akan berlaku dalam hidup kelemah-lembutan dan kerendah-hatian. Cara terbaik adalah dengan memperhatikan sebuah contoh konkrit dan meneladaninya. Karena itu jatuh bangun akan menjadi bagian tak terpisahkan dari proses ini. Walaupun demikian, kita tidak perlu berkecil hati atau putus asa, sebab, Kristus memperhatikan orang-orang yang gagal. Pada hari ini, marilah terus semangat dan datanglah sebagai 'orang kecil' seperti orang memerlukan pertolongan, sebab memang kita adalah orang yang mudah letih lesu dan berbeban berat ketika menghadapi tantangan, ancaman, dan hambatan. Tekunlah dalam doa, mintalah kekuatan, maka Tuhan akan memberi kelegaan dan ketenangan dalam melewati badai kehidupan ini. Katakanlah 'ku mau iring Tuhan, memikul salibMu dengan sejuta harapan, 'Ku mau ikut bersamaMu, Tuhan, Amin.
Marilah berdoa:
Salam sukacita, tetap semangat, dan TYM.
Amin
BalasHapus