Renungan tgl 02 Oktober 2023
Syaloom.. salam sejahtera, kiranya Tuhan tetap memberkati. Mari berdoa:
Keluaran 2: 3b :
sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakainya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil.
Ber-Iman tidak boleh sembrono. Bukan berarti karena kita sudah percaya, dapat melakukan segala tindakan sekehendak hati dan tanpa pikir panjang. Faktanya, iman yang benar justru harus penuh dengan pertimbangan. Contoh dari pengalaman Yokhebed. Tidaklah dapat lagi ia menyembunyikan bayinya sesudah tiga bulan lamanya, maka ia meletakkan bayi itu dalam sebuah peti pandan, lalu menaruh peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil. Tampaknya sembrono, tetapi sesungguhnya, tindakan tersebut berasal dari pemikiran yang matang. Saat bayi ditaruh ialah saat putri Firaun mandi. Pula Yokhebed menempatkan Miryam, kakak si bayi sebagai penjaga, sebab apabila nanti arus sungai membahayakan si bayi, si kakak segera datang menolong.
Tuhan membekali kita dengan akal budi untuk menimbang setiap tindakan yang hendak dilakukan. Maka jangan lagi kita bertindak sekehendak hati, sering sekali mengira tidak ada akibat buruk yang terjadi karena kita beriman kepada Tuhan. Selalu ingat iman tidak sembrono, sebaliknya, penuh pertimbangan. Walaupun "Aku beriman kepada Tuhan, " konsekuensi akan kita tanggung apabila tindakan kita selalu sembarangan. Kita bertumbuh dalam iman, maka Tuhan mampu melakukan segalanya, karena itu lakukanlah tindakan iman dengan benar dan penuh dalam pengharapan. Jangan goyah tetapi selalu giat dalam kebaikan, nikmatilah, sebab anugerah Allah akan mengalir pada kita.
Komentar
Posting Komentar