Renungan tgl 03 Oktober 2023

 Syaloom slamat pagi dan salam sejahtera. Mari berdoa:   

Yeremia 18:4:

Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.  

      Tuhan itu adalah ibarat tukang periuk, yang berhak menghancurkan bejana yang rusak. Sedangkan kita, manusia yang berdosa, ibarat bejana yang rusak itu. Tuhan Allah memiliki kedaulatan secara utuh atas diri kita. Dia dapat membentuk kita menjadi seperti yang diinginkan-Nya. Masing-masing  kita  akan diperhadapkan dengan persoalan yang rumit, melelahkan dan menguras emosi. Ibarat tanah liat, mereka dibanting-banting, dihancurkan,  lalu dibentuk. Peristiwa yang menyakitkan, menyedihkan, dan menguras emosi itu mungkin membuat kita merasa hancur. Meski demikian, semua itu sesungguhnya hanyalah sarana yang dipakai Tuhan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang sesuai dengan rancangan-Nya.

    Bukankah kesabaran teruji jika kita berhasil menjalani proses yang tak mudah? Dan kesetiaan teruji saat situasi tidak baik-baik saja? Pengenalan kita akan Tuhan, akan semakin dalam, ketika kita mengalami-Nya secara pribadi. Karena itu, kita akan dibentuk melalui pergumulan sebagai sarana berproses, agar menjadi bejana yang mahal dan indah. Karena itu, walaupun harus menghadapi keadaan yang sungguh menyakitkan, namun dari sanalah Tuhan membentuk kita menjadi pribadi yang kuat dan tangguh. Bersukacitalah hanya dalam kasih Tuhan, maka kita akan keluar menjadi pemenang.  


 
Mari berdoa: 
Salam sukacita, Tuhan Yesus Memberkati.  


  

Komentar

Postingan populer dari blog ini