Renungan 12 Pebruari 2026
Tgl 12 Pebruari 2026.
Kolose
1:23
Jadi,
tetaplah kamu tinggal dalam iman, kokoh, dan teguh, tidak digoyahkan dari
pengharapan Injil yang kamu dengar, yang telah diberitakan kepada seluruh
ciptaan di bawah langit, yang olehnya aku, Paulus, menjadi pelayan.
Apa yang kita tabur, itulah pula yang akan
kita tuai”. Sikap kita terhadap penderitaan, adalah sikap kita terhadap hidup
ketika penderitaan ada di depan mata kita, ia memberi kepada kita dua pilihan
untuk menyambutnya. Kita menyerah kalah, atau kita berjuang memenangkannya. Seorang
calon juara tennis, tiba-tiba mendapat kecelakaan dan harus kehilangan tangan
kanannya. Apakah hilang pula harapannya untuk pernah menjadi
juara? Untuk sementara mungkin ya.
Tetapi orang ini tidak mau mengalah pada keadaan. Ia mulai lagi bertekun
berlatih diri dengan tangan kirinya, dan akhirnya ia bisa menjadi juara. Kita
mengalahkannya atau kita dikalahkannya Kita mengalahkannya berarti kita tetap
hidup betapapun keadaan kita.
Penderitaan tidak
pernah menjadi kata akhir dalam hidup, kecuali diri kita merelakannya. Tetapi
bagi orang yang percaya, sebagai prajurit yang baik kita
tidak boleh dikalahkan, tetapi harus mengalahkannya. Kristus merangkul penderitaan itu bukan untuk
menjadi mangsa tetapi mengubahkannya
jadi jalan dan sahabat. Maka dari penderitaan itulah, terlahir kemenangan dan
kehidupan yang sebenarnya. Bukan saja untuk dirinya sendiri, tetapi untuk
seluruh umat manusia. Inilah jaminan dari Allah bahwa Ia akan menjaga, menopang
kita dalam kelemahan, dan menjadikan kita kuat sampai pada kesudahannya. Dengan
iman kita mampu mengubah tantangan jadi peluang.
Komentar
Posting Komentar