Renungan 21 Pebruari 2026
Tgl 21 Pebruari 2026.
Yakobus
1:2-3
Saudara-saudaraku,
anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai
pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan
ketekunan.
Yesus tidak datang
untuk menyederhanakan hidup, melainkan menyertai proses pendewasaan dalam
kompleksitas keadaan. Ia mengajar tentang kelemahlembutan, namun tegas,
bermoral dan beretika. Ia mengasihi tetapi penuh dengan kebenaran. Pemahaman
ini sering tidak saja lahir dari ruang ibadah, tetapi juga dari pengalaman iman. Sukacita, dan
kebijaksanaan adalah otot rohani yang bertumbuh melalui tekanan. Anggaplah
sebagai kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, bukan
karena penderitaan itu melainkan karena
di sanalah ketekunan dilahirkan dan iman dimurnikan.
Ada luka yang
mengajarkan batas, ada kegagalan yang menumbuhkan kerendahan hati, ada
ketidakadilan yang membangunkan keberanian. Sedikit demi sedikit, kita belajar
bahwa iman yang hidup bukan iman yang selalu lembut atau keras, melainkan iman
yang tepat guna, hadir sebagai pelukan ketika dibutuhkan dan sebagai suara
tegas ketika kebenaran diinjak. Hidup yang proaktif, bukan reaktif. Di titik inilah terang dan gelap kembali
menari, disinilah kita memperlihatkan
kedewasaan iman untuk disikapi dengan baik maka kita tetap bersukacita menjalani hidup bersama
Tuhan.
Komentar
Posting Komentar