Renungan 28 Pebruari 2026
Tgl 28 Pebruari 2026.
Amsal
13:17
Utusan
yang fasik menjerumuskan orang ke dalam celaka, tetapi duta yang setia
mendatangkan kesembuhan.
Pada zaman dahulu,
seorang utusan memikul tanggung jawab besar, tidak hanya membawa informasi, tetapi
juga mewakili kehormatan dan kepercayaan pengutusnya. Jika ia tidak jujur atau
ceroboh, dampaknya bisa menghancurkan relasi, sebaliknya, utusan yang setia
membawa kejelasan, pemulihan, dan kebaikan. Kita semua adalah ‘utusan’ sebab setiap hari kita membawa pesan melalui
kata-kata, sikap, dan tindakan. Karena
itu kita harus menjaga sikap dan
prilaku, agar mampu menjadi sumber
kekuatan saat orang lain lemah, mendatangkan kesembuhan, berarti menghadirkan
kehidupan, bukan luka.
Hikmat tidak hanya
terlihat dalam apa yang kita ketahui, tetapi bagaimana kita mampu memengaruhi kehidupan
orang lain. Setiap kata yang kita ucapkan memiliki arah: apakah ia membawa
terang atau kegelapan, harapan atau keputusasaan. Maka, marilah kita bertanya
dalam diri sendiri: ketika kita hadir di tengah keluarga, tempat kerja, atau komunitas,
apakah kita termasuk yang membawa solusi atau justru menambah ‘polusi’? Kiranya
kita menjadikan diri sebagai duta yang setia, yakni membawa damai,
dan menyalurkan pemulihan. Tuhan meneguhkannya sehingga kita menjadi berkat
bagi banyak orang.
Komentar
Posting Komentar