Renungan 24 Maret 2026
Tgl 24 Maret 2026
Amsal
26: 14
Seperti
pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.
Tidak jarang
kemalasan menyamar sebagai kecemasan yang tampak rasional. Seseorang menunda
pekerjaan karena merasa belum siap, takut gagal, atau khawatir menghadapi
berbagai kemungkinan buruk. Alasan-alasan itu terdengar masuk akal, bahkan
kadang tampak bijaksana. Ironi memang semakin lama kita membiarkan diri dalam kemalasan
maka kita akan enggan untuk mengangkat
tangan untuk bekerja. Melalui Amsal ini,kita diajak untuk bercermin dengan
jujur. Sebab sering kali yang menghambat langkah kita bukanlah “singa di
jalan,” melainkan alasan-alasan yang diciptakan sendiri. Kebijaksanaan dimulai
ketika kita berani menyadarinya, dan dari kesadaran itu, bangkit dan memilih untuk melangkah dan akan bertindak.
Gerakan
manusia sering digambarkan semakin menyempit: dari tidak keluar rumah, menjadi
tidak bangun, tidak sanggup memberi makan dirinya sendiri. Orang malas itu merasa dirinya lebih bijaksana
daripada banyak orang yang memberi nasihat. Ia bukan hanya menolak bekerja,
tetapi juga menolak belajar. Menariknya, kebiasaan menunda pekerjaan sering
kali bukan persoalan disiplin, melainkan pergulatan emosi, Pada saat yang sama,
otak manusia secara alami tertarik pada serba instan, maka tidak mengherankan jika kenyamanan sesaat
terasa lebih menggoda daripada usaha. Ingatlah
bahwa kemalasan seperti pintu pada engselnya: bergerak, tetapi tidak pernah
benar-benar melangkah. Bangkitlah dan
jangan lagi menjadi orang malas.
Komentar
Posting Komentar