Renungan 20 Mei 2026
Renungan 20 Mei 2026.
Ayub
1:21:
Dengan
telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan
kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama
Tuhan.
Iman dan
pengharapan Ayub mengajarkan bahwa iman sejati justru teruji dalam penderitaan.
Iman bukan hanya tentang bersyukur ketika hidup baik, tetapi juga ketika saat badai datang,
sebab kekuatan Ayub pada kedaulatan
Allah. kita tenang bukan karena kita hebat mengatur
pikiran, tapi karena kita percaya Tuhan yang memegang kendali atas semua hal
yang tidak bisa kita kontrol. Di tengah
pusaran badai, kapal tidak akan selamat jika melawan arus dengan panik, atau
jika nakhoda menyerah. Kapal akan selamat jika ditambatkan pada jangkar yang
kuat. Iman menjadi jangkar yang mengikat jiwa kita pada
realitas bahwa Tuhan sedang mendekap kita dan tidak pernah membiarkan kaki goyah di tengah gelombang yang besar.
Ketika masa depan
terasa kelam dan cemas akan pilihan, maka kepanikan akan lahir untuk mengontrol apa yang bukan jadi hak kita Iman sejati, adalah
kemampuan untuk terus berjalan dalam pengharapan saat lampu mati. Kita tidak
takut untuk mengaku bingung, tetapi juga
tidak berhenti percaya. Itu yang disebut dengan berserah, bukan menyerah. Iman
memberi kita kekuatan jadi tenang, bukan untuk lari, mampu bertahan bersama-Nya
di tengah guncangan. Kepanikan akan mereda saat kita menyadari bahwa di dalam
Kristus, badai bukanlah murka atau ancaman, melainkan panggung di mana mukjizat
terjadi dan di mana iman kita bertumbuh dewasa. Tetaplah melangkah dalam dan nilmatilah kebaikan Tuhan.
Komentar
Posting Komentar