Renungan 21 Mei 2026
Renungan 21 Mei 2026.
Nahum
1:3b
“Ia
berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.”
Allah
tidak berdiri di tepi kekacauan dan memandanginya dari jarak aman, tetapi masuk ke dalam titik paling mengancam
eksistensi hidup manusia. Hal ini dibuktikan oleh Yesus bersama murid-muridNya
di dalam perahu saat datang badai. Ia
tidak muncul dari tepi pantai ketika keadaan memburuk. Ia tidak pernah pergi ke mana-mana sejak awal
perjalanan. Ratzinger teolog Jerman: Kristus melangkah melewati pintu
kesendirian kita yang paling dalam, bahwa dalam penderitaan-Nya Ia turun ke
jurang keterlantaran kita. Di mana tidak ada suara yang dapat menjangkau kita, Dia
tetap disana.
Pepatah lama:
“Pelaut yang andal tidak dihasilkan dari laut yang tenang.” Kehandalan tidak
tumbuh dari kenyamanan, Ia tumbuh dari badai yang berhasil dilewati, dari ombak
yang pernah menghantam lambung kapal dan ternyata tidak menenggelamkannya. Mungkin
hari ini kita sedang berada di tengah badai sendiri. Apa pun bentuknya, jawaban
dari Firman Tuhan, menunjuk ke arah yang sama: Tuhan ada di sana, di dalam
badai itu, berjalan bersama kita bahkan ketika belum menyadari atas kehadiran-Nya.
Ingatlah bahwa kita selalu diudang untuk menghampiri Dia, sebab Dia berjalan di
dalam puting beliung, dan awan gelap adalah sekadar debu bagi kaki-Nya.
Tetapkanlah hati.
Komentar
Posting Komentar