Renungan 22 Mei 2026
Renungan 22 Mei 2026.
Yesaya
10:27a
Pada waktu itu
beban yang ditimpakan mereka atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakkan
mereka atas tengkukmu akan lenyap.
Kecenderungan cara
pandang manusia dominan pada yang kuat dan
yang berguna. Hal ini dinilai dari produktifitas
dalam bekerja, kontribusinya, dampaknya, manfaatnya dst. Namun jika tidak
lagi menghasilkan, tidak lagi dibutuhkan, akan muncul perasaan kehilangan arti
hidup. Yesaya memberi pengharapan yang pasti bahwa yang tersisa bukan sekadar kebetulan selamat, melainkan
mereka yang kembali kepada jalan Tuhan. Mereka adalah orang yang telah belajar dari
pengalaman pahit, bahwa bersandar pada dunia tidak pernah menyelamatkan. Secara
sosial, mereka mungkin tampak kecil, bahkan
tidak punya daya jual. Tetapi secara rohani, merekalah yang menjadi pusat
perhatian Tuhan.
Ketika Israel diserang seperti badai dan menimbulkan kepanikan, pada akhirnya Tuhanlah yang bertindak. Kuasa besar yang datang tampak tak terkalahkan, digambarkan seperti hutan yang ditebang habis. Apa yang terlihat kokoh ternyata bisa runtuh dalam sekejap. Mungkin nilai seseorang masih ditentukan dari kegunaannya. Namun di hadapan Tuhan, nilai manusia tidak ditentukan oleh fungsinya, melainkan oleh relasinya dengan Tuhan. Maka, marilah menata ulang cara kita melihat bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Mungkin ada merasa tidak lagi berguna, tidak seproduktif dulu, tidak sekuat dulu, tidak seberpengaruh dulu. Namun ingatlah bahwa kita tidak pernah berhenti berharga di hadapan Tuhan. Jagalah hati, sebab kita masih istimewa.
Komentar
Posting Komentar