Renungan 25 Mei 2026

 

Syalom…..

Renungan 25 Mei 2026.  

Keluaran 19 : 19

“Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Musa berbicara, lalu Allah menjawabnya dalam guruh.”

 

 Fanny Crosby diundang menjadi pembicara bagi sekelompok orang-orang narapidana, sehingga dari penyair tunanetra itu menelurkan ribuan kidung rohani yang tidak hanya diterima lewat khotbah tapi juga lewat pujian.   Salah seorang narapidana bercerita pada Crosby, bahwa ia selalu diliputi rasa sesal mendalam atas kesalahan yang menyebabkannya dipenjara. Narapidana itu selalu mengingat bahwa ia tidak layak untuk dikunjungi oleh Tuhan,  namun  ia sangat membutuhkan kehadiran Tuhan, bahkan ia pun selalu berdoa, “Ya Juruselamat yang baik, janganlah lewatkan aku.”   Kata-kata   doa si narapidana itu terngiang  maka Crorby  membuat lagu KJ. 26 : “Mampirlah dengar doaku.” Artinya, Tuhan bukanlah Allah yang jauh  dan tidak terjangkau tetapi  Ia hadir dan dekat dengan kehidupan manusia dalam kondisi apapun.

 

Firman Tuhan   mengajarkan  bahwa dalam spiritualitas iman dan doa,Tuhan tetap memanggil dan mengajak  kita untuk berani menghampiri hadirat Allah dalam kerendahan hati dan penuh kegentaran, seperti kisah tahanan itu, sehingga dari pengalaman Rohani narapidana dapat membuahkan lagu pujian “Mampirlah dengar doaku”. Allah memang misteri yang menggetarkan, tetapi Ia juga hadir dalam keakraban, dalam setiap relasi doa kita kepada-Nya. Mari  arahkanlah selalu hati dengan penuh kerinduan, dan sujudlah berdoa kepada-Nya,   sebab Allah akan hadir dan menghampiri setiap seruan doa-doa kita. 


Tuhan Yesus Memberkati 


Komentar

Postingan populer dari blog ini