Juni 2026
Renungan 03 Juni 2026.
Kejadian
22:5
Abraham
berkata kepada kedua hambanya, "Tinggallah kamu di sini dengan keledai
ini. Aku beserta anak ini akan pergi ke sana. Kami akan beribadah, lalu kami
akan kembali kepadamu.
Tuhan menyuruh
Abraham pergi ke tanah Moria, lalu mempersembahkan Ishak sebagai kurban bakaran. Tiada terucap
perbantahan, padahal sebentar lagi ia kehilangan anak satu-satunya. Alasannya
ialah karena iman, sebab Ishak tidak mati, karena itulah ia berkata, "Kami
akan kembali kepadamu. Abraham sangat yakin bahwa sekalipun Ishak akan mati,
namun Tuhan itu pasti sanggup membangkitkannya kembali, maka ia beranggapan
bahwa segalanya baik-baik saja. Abraham
sadar bahwa dalam perjalanan hidupnya ketika mengenal dan percaya kepada Tuhan,
ia sering mengalami kegagalan, namun saat itu ia tidak mau gagal dan
menghianati Tuhan. Maka panggilan itu dijawab dengan taat.
Keadaan kita tentu
sering tidak selalu baik-baik adanya. Kesukaran dan hambatan dapat saja tiba-tiba
datang atau cepat saja terjadi bagi siapa saja.
Namun, yang harus tetap dijaga adalah pengharapan dan iman, jangan
sampai padam, supaya segalanya akan berjalan baik-baik saja. Sebab hanya oleh
kekuatan iman kita dapat memandang
Tuhan, yang sanggup melakukan apa pun termasuk menolong dan menyelamatkan kita.
Jika kita berharap akan hari-hari kehidupan penuh damai sejahtera dan penuh sukacita
maka iman dan ketaatan yang dapat menggerakkannya untuk terus bangkit. Ingatlah
bahwa Tuhan yang empunya kuasa, berarti orang yang berharap akan baik-baik
saja.
Komentar
Posting Komentar