Renungan 02 Juni 2026
Renungan 02 Juni 2026.
Mazmur 31:16
“Masa hidupku ada dalam tangan-Mu.”
Penantian sering kali menjadi tempat
pergumulan paling manusiawi, sekaligus ruang paling mengubahkan. Kisah Maria dan Marta saat menanti Yesus menyembuhkan
Lazarus. Tapi Yesus “terlambat” dan Lazarus
sudah mati. Harapan telah lenyap, namun, justru dalam keterlambatan itulah
Yesus menyatakan kuasa-Nya: Lazarus dibangkitkan. John Calvin: penundaan Yesus
sebagai tindakan ketaatan pada kehendak dan
kemuliaan Allah. Yesus tidak digerakkan
oleh kepanikan manusia, tapi oleh pekerjaan
kasih dan kuasa-Nya. Maka tidak ada
musim yang sia-sia. Tak ada usia terlalu tua untuk mulai bertumbuh, berdamai,
mengasihi. Bahkan “terlambat” bisa menjadi awal yang baru. Yang penting adalah
bagaimana kita menafsirkan waktu, bukan sebagai ancaman, melainkan ladang
pertumbuhan jiwa dalam tangan Allah yang setia.
Ketika doa belum
dijawab, jalan keluar tak terlihat, dan hidup terasa di ambang kehancuran,
sering muncul jeritan batin dalam kehidupan kita dan bertanya “Tuhan, di mana
Engkau?” Kita ingin dihindarkan dari
penderitaan, tapi Tuhan justru hadir di tengah penderitaan,
bukan hanya memberi solusi, tapi mengundang kita kepada perjumpaan. Dia tidak
bekerja dalam panik, melainkan dalam waktuNya yang ilahi karena dapat mengubah
bukan hanya situasi, tapi suasana hati. Mungkin benar: Tuhan sengaja “terlambat,”
bukan
karena Dia lupa, melainkan karena kasih-Nya agar tidak jatuh pada kepuasan instan. Dunia menyuruh kita cepat-cepat berhasil, tapi, iman mengajak kita berjalan santai. Ketika
segala sesuatu terasa lambat, jangan buru-buru berpikir Tuhan meninggalkan, ternyata
Dia saat ini paling dekat dengan anda. Percayalah.
Komentar
Posting Komentar