Renungan 05 Juni 2026
Renungan 05 Juni 2026.
Ibrani
4:15
Sebab
Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut
merasakan kelemahan-kelemahan kita. Sebaliknya sama seperti kita, Ia telah
dicobai dalam segala hal, hanya saja Ia tidak berbuat dosa.
Penderitaan
Yesus di salib adalah akibat dosa yang
kita tabur. Namun karena Ia sama sekali tidak berdosa, penderitaan-Nya di bukit Golgota murni bersifat substitusioner.
Dia secara sukarela menanggung penderitaan dan hukuman maut yang bukan
milik-Nya, demi memeluk kita yang seharusnya menanggungnya. Keunikan mutlak
dari iman Kristen bersandar pada sebuah peristiwa historis yang mengubah
jalannya sejarah: Kebangkitan. Kubur yang kosong adalah bukti nyata bahwa
penderitaan dan maut tidak memegang kendali atas hidup. Kebangkitan-Nya membuktikan
bahwa Dia tidak sekadar ikut menangis dalam penderitaan, tetapi Dia
telah mengalahkan lumpur itu dan memiliki kuasa untuk mengangkat kita.
Saat menderita,
kita tidak sedang menggenggam angan-angan kosong. Kita sedang bersandar pada
sebongkah batu karang yang kokoh, pada tangan terluka yang pernah tergantung di
salib, tangan yang sama yang kini terulur erat untuk menopang hingga badai ini
berlalu. Tuhan memberikan kemenangan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya,
namun kita perlu mengikuti kebenaran
Firman Tuhan, yakni tetap sabar dalam menantikan waktu-Nya. Kita tidak boleh
bermegah atas kemenangan/keberhasilan karena itu adalah pemberian Tuhan. Mari
kita meraih kemenangan bersama Tuhan dengan cara-Nya sambil tetap memuliakan namaNya.
Komentar
Posting Komentar