Renungan 12 Juni 2026

 

Syalom…..

Renungan 12 Juni 2026.  

Yeremia 20:18

Mengapakah aku keluar dari kandungan, untuk melihat kesusahan dan kedukaan, sehingga hari-hariku berakhir dalam rasa malu?

 

Yeremia juga pernah mengalami tekanan batin yang berat. Sebagai nabi, ia sering ditolak, dihina, bahkan dipenjara karena menyampaikan firman Tuhan. Banyak orang menertawakannya. Dalam kelemahan dan keputusasaannya, ia hampir menyerah. Sungguh miris sebab di balik ratapannya betapa hebatnyta pergumulan seorang hamba Tuhan yang selalu hidup dengan jujur. Yeremia memang mengalami kelemahan, tetapi ia memilih untuk tetap setia sebab dia percaya bahwa Tuhan selalu menyertai walau di tengah penderitaan. Dalam menghadapi pergumulan yang berat, hanya dengan iman yang teguh, kita   beroleh hikmat, sehingga keputusan dan tindakan  selalu yang terbaik.   

 

 Bisa jadi kita merasa telah memberikan segalanya dan berusaha setia menjalani panggilan dalam pekerjaan,  bukan penerimaan yang baik kita dapatkan, justru lebih banyak penolakan atau kebencian. Di titik lemah itu hati kita sedang diuji, apakah kita memilih berhenti atau terus melangkah dengan setia.  Selagi perjalanan kehidupan masih belum selesai mari kita lakukan yang terbaik karena akan tiba saatnya menuai dengan berlimpah.  Hapus semua rasa benci dengan memberi pengampunan.  Dimanapun kita berada, di keluarga, tempat kerja, pelayanan berilah yang terbaik supaya kita secara bersama-sama diberkati Tuhan. Mungkin kita tidak dapat melakukan hal-hal besar, tetapi kita dapat melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar. Ketika mengalami masa-masa sulit ingatlah mencari Tuhan, karena hanya Dialah yang dapat mengurangi beban kita melalui berkat dan mujizatNya. 


Tuhan Yesus Memberkati. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini