Renungan 16 Juni 2026
Renungan 16 Juni 2026
Yohanes
14:6
Akulah
jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak
melalui Aku.
Kita semua pasti
tahu betapa pentingnya sebuah jalan, sebab hal itu sarana penghubung sehingga kita dapat
berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Tersedianya jalan memungkinkan
kita tiba di tempat yang kita tuju. Jika kita tidak menempuh jalan yang benar maka
akan tersesat, dan jika kita tidak tahu jalannya, maka kita tidak akan pernah
sampai kepada tujuan. Yesus berbeda. Dia berkata, "Akulah jalan! Dia tidak
menunjuk pada arah tertentu untuk kita ikuti. Melainkan Dia mengundang kita
untuk datang kepada-Nya. Dialah jalan,
yang menjamin kita sampai kepada Bapa-Nya serta menikmati hidup yang penuh sukacita
dalam kekekalan bersama-Nya. Saat kita percaya kepada-Nya, Dia
sendirilah yang akan menuntun kita menuju jalan kekekalan itu.
Bunga tidak harus
mekar untuk terlihat indah, kata seorang desainer ternama Piet Oudolf. Keindahan dapat ditemukan dalam banyak hal
yang tidak terpikirkan oleh manusia. Yesus memilih orang-orang yang penuh
dengan kekurangan untuk menjadi murid-Nya. Dia makan bersama para pendosa. Dia menyembuhkan kaum yang
terpinggirkan. Sebagai manusia yang
segambar dengan Allah, kita memperlihatkan diri-Nya kepada dunia, dengan kasih
melalui relasi dengan-Nya dan dengan
sesama. Hidup yang berakar dalam kasih-Nya, kita diurapi untuk bertumbuh di
dalam Dia. Kita, yang dahulu mati dalam dosa, kini menampilkan keindahan-Nya
kepada dunia yang rindu melihat secercah kemuliaan-Nya, dan dari sanalah kita
menemukan kebenaran. Tetaplah setia pada jalan Tuhan, agar hidup kita tetap
mengalami sukacita.
Komentar
Posting Komentar